Kuro Mafura
Shuuen no Shiori : Petak Umpet Sunyi

shuuen-indonesia:

Bab I : Petak Umpet Sunyi

Menghabiskan Waktu

“… Membosankan.”

Pukul 7:21, ku ucapkan kata itu di ruangan kosong tanpa ada seorang pun. Tentu saja, tidak mungkin ada jawaban. Kedua orang tuaku sudah pergi pagi-pagi sekali untuk bekerja, jadi ketika aku berangkat sekolah, sudah tidak ada orang di rumah. Hal seperti  ini sudah ku jalani selama tiga tahun.

Read More

Shuuen no Shiori : Keinginan Polos

shuuen-indonesia:

Keinginan Polos

Setelah pulang sekolah, saat teman-teman sekelasku bersiap-siap untuk kegiatan klub, aku tidak langsung pulang, tapi malah menuju ke tempat dimana tak ada orang. Dari koridor lantai satu, setelah melewati kebun belakang, terdapat gedung sekolah tua. Ada dua tingkat, bangunan berbahan kayu yang sudah memburuk dan sudah hampir tak pernah digunakan lagi sekarang. Ketika ku buka pintu  ruangan yang sebelumnya merupakan ruang musik, ku lihat seperti biasa, wajah-wajah sama yang sudah berkumpul di ruangan.

Read More

Shuuen no Shiori : Tuntutan Tanggung Jawab

shuuen-indonesia:

Prolog : Tuntutan Tanggung Jawab

“—Satu lagu cerita yang biasa?”

Tuntutan tanggung jawab

Awal cerita. Bagian pembuka.

Diluar jendela langit mendung. Sebuah musim dimana musim panas belum dimulai. Terdapat satu rumor terdengar. Tidak ada yang tahu detainya. Tidak, tak ada yang harus tahu. Hanya saja, bahkan jika buku kosong dan pembatasnya ditemukan, dikatakan bahwa benda itu tak boleh disentuh.

Read More